6 Kebiasaan Sepele yang Ampuh Mengurangi Dampak Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan masalah yang kompleks karena selain tanah, udara juga bisa tercemar. Coba Anda bayangkan kalau banyak sampah menumpuk berhari-hari di halaman rumah, lama-kelamaan akan menimbulkan bau tidak sedap. Sebenarnya dampak pencemaran ini bisa dicegah, bahkan dengan kebiasaan yang kerap dianggap sepele seperti berikut ini.

  1. Selalu Membawa Kantong Plastik

Kebiasaan yang terlihat sepele ini biasanya dilakukan oleh ibu-ibu dan perlu ditiru oleh semua orang dari berbagai kalangan dan usia. Apalagi kantong plastik atau kresek yang bentuknya tipis, bisa dilipat sampai menjadi bentuk terkecil.

Anda bisa menggunakan plastik ini untuk berbagai macam kebutuhan, seperti menghemat penggunaan plastik saat belanja di warung, toko, atau minimarket. Sebagai salah satu sampah yang umumnya dibuat dari bahan nonbiodegradable, sudah seharusnya penggunaannya diminimalisir.

  1. Air Bekas Wudhu untuk Menyiram Tanaman

Bagi umat Muslim, penggunaan air wudhu bisa dilakukan lebih dari 5 kali sehari. Mengingat air bekasnya tidak mengandung residu atau zat berbahaya lainnya, sebaiknya tidak langsung dibuang. Beri wadah di bawahnya sebagai tempat penampungan, kemudian airnya bisa digunakan untuk menyiram tanaman.

Bayangkan jika semua umat Muslim menggunakan air bekas wudhu ini untuk menyiram tanaman atau halaman yang berdebu. Banyak sekali air yang bisa dihemat dan tanaman tetap bisa tumbuh subur. Bagaimana dengan air sisa cucian? Sebaiknya buang ke saluran karena air bekas cucian mengandung residu detergen yang tidak baik untuk pertumbuhan tanaman.

  1. Mengubur Sampah Organik

Rumah-rumah zaman dulu biasanya memiliki halaman depan dan kebun belakang yang cukup luas. Oleh karena itu, membakar sampah rumahan tidak terlalu menjadi masalah. Tapi, rumah-rumah desain terbaru biasanya memiliki tanah yang tidak terlalu luas sehingga asap yang dihasilkan bisa mengakibatkan pencemaran udara.

Selain udaranya mencemari lingkungan, sampah yang dibakar juga menghasilkan residu yang bisa mencemari tanah. Saat sampah dibakar, terutama sampah non-biodegradable seperti plastik, residu kimianya menetap lama di tanah. Jadi, alternatif terbaik adalah dengan mengubur sampah organik dan mendaur ulang sampah anorganik atau non-biodegradable.

  1. Sering Bikin Kerajinan

Banyak benda plastik yang bisa Anda coba daur ulang. Contohnya botol bekas cairan pembersih lantai atau toilet yang dipotong menyerupai angsa dan digunakan untuk kotak pensil atau tisu. Anda juga bisa menggunakannya sebagai pot. Kalau botol plastik yang Anda miliki masih banyak, gunakan untuk membuat bangun ruang.

Saat ini, sudah banyak tutorial tentang bagaimana memanfaatkan ribuan botol plastik agar tidak mencemari tanah. Bahkan, ada rumah yang dindingnya dibangun dari susunan botol plastik. Sebelumnya, botol-botol plastik tersebut dibersihkan, kemudian diisi tanah atau sampah kering. Selanjutnya, botol-botol ini difungsikan seperti batu bata.

  1. Memanfaatkan Halaman Kertas Kosong

Selain plastik, kertas yang mudah hancur saat terkena air juga bisa mencemari tanah. Bahan kimia yang terkandung di dalam kertas membuat kesuburan tanah menjadi berkurang. Oleh karena itu, kebiasaan Anda menggunakan kertas kosong di halaman belakang dokumen yang sudah tidak terpakai bisa mengurangi limbah kertas.

Kertas mengandung bahan kimia dan pemutih sehingga cukup berbahaya jika dijadikan pupuk atau mencemari tanaman yang dikonsumsi manusia. Salah satu link Lifebuoy, yaitu https://www.lifebuoy.co.id/kesehatan/infeksi-dan-pencegahannya/berita-kesehatan/wajib-tahu-7-penyakit-yang-disebabkan-oleh-pencemaran-lingkungan.html, memuat informasi lengkap tentang penyakit yang disebabkan oleh pencemaran.

  1. Memelihara Hewan Ternak

Sebagian orang memelihara hewan ternak seperti ayam, bebek, kambing, kerbau, sapi, dan lainnya untuk mata pencaharian. Sedangkan sebagian lainnya bertujuan untuk menyalurkan hobi. Nah, alih-alih mencemari tanah, kotoran hewan ternak dan bekas makanannya bisa menyuburkan tanah.

Saat ini, masyarakat mulai sadar lingkungan dan mulai memelihara tanaman, baik langsung di tanah atau dalam pot, menggunakan media tanah maupun hidroponik. Tapi, kesadaran terhadap bahaya pestisida masih rendah. Padahal, menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang jauh lebih sehat untuk mengahsilkan tanaman atau sayuran organik bebas pestisida.

Jadi, poin mana saja yang sudah diterapkan sebagai kebiasaan baik Anda? Semakin banyak yang sudah Anda atau keluarga lakukan, maka makin mudah pencemaran tanah ini dicegah. Begitupula dengan berbagai penyakit yang tidak akan mudah menyerang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*